Penulis: Adinda Harum
Sumber: Aljazera

Sebanyak 52 juta lebih penduduk kota Wuhan diisolasi oleh pemerintah China setelah mewabahnya virus korona yang diklam mematikan. Diketahui virus korana dapat menular dengan cepat tanpa disadari secara langsung.

Melansir Aljazera, menurut Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ), coronavirus adalah keluarga virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS).

Virus ini pada awalnya ditularkan antara hewan dan manusia. Sama seperti SARS, misalnya, diyakini telah ditularkan dari kucing luwak ke manusia, sementara MERS melakukan perjalanan dari sejenis unta ke manusia. Beberapa virus korona yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia.

Lalu apasajakah gejela dari virus korona?

Menurut WHO, ada beberapa tanda infeksi yakni demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernafas. Bahkan,  dalam kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, hingga kematian. Untuk saat ini masa inkubasi virus corona masih belum diketahui. Beberapa sumber mengatakan itu bisa antara 10 hingga 14 hari.

Apakah Virus ini sangat mengancam jiwa manusia?

Sejumlah ahli mengatakan itu mungkin tidak mematikan seperti jenis coronavirus lain seperti SARS, yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia selama wabah 2002-2003 yang juga berasal dari China. MERS, yang tidak menyebar luas, lebih mematikan, membunuh sepertiga dari mereka yang terinfeksi. Dengan kata lain, virus korana cukup mengancam kehidupan.

Baca juga : Penelitian Mengungkapkan Berjalan Kaki Dapat Mengubah Pola Hidup Sehat

Lalu bagaimana cara untuk mengatasi virus tersebut?

Untuk saat ini sayangnya belum ada vaksin atau penawar yang dapat mengatasi virus korona. Sejauh ini pemerintah China hanya bisa menanggulangi secara efektif dengan mengisolasi Wuhan pada hari Kamis, menangguhkan penerbangan dan kereta ke luar kota dan mengatakan kepada penduduk bahwa mereka tidak dapat pergi tanpa alasan khusus, kata media pemerintah.

Apakah virus tersebut mengancam populasi manusia dunia?

Wabah tersebut belum merupakan keadaan darurat global, singkat dari WHO. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menambahkan bahwa keputusan untuk menunda mengeluarkan deklarasi yang digunakan untuk epidemi paling parah tidak boleh diambil sebagai tanda bahwa tubuh tidak berpikir situasinya serius.

"Ini darurat di Cina, tetapi belum menjadi darurat kesehatan global," tutupnya.